Cara Membuat Copywriting Menarik untuk Meningkatkan Engagement dan Penjualan
Cara membuat copywriting menarik adalah kemampuan menyusun kata-kata yang mampu menarik perhatian, membangun emosi, menjelaskan manfaat produk, dan mendorong audiens melakukan tindakan tertentu. Dalam dunia digital marketing, copywriting menjadi bagian penting karena pesan yang tepat dapat membuat konten lebih efektif dan membantu bisnis mendapatkan pelanggan.
Banyak bisnis memiliki produk berkualitas, tetapi kesulitan menyampaikan nilai produknya kepada calon pelanggan. Masalahnya sering bukan pada produk, melainkan bagaimana produk tersebut dikomunikasikan.
Dengan menerapkan cara membuat copywriting menarik, bisnis dapat membuat caption Instagram, iklan digital, landing page, katalog, email marketing, hingga deskripsi produk yang lebih meyakinkan.
Copywriting bukan sekadar menulis kalimat yang terlihat bagus. Copywriting adalah proses memahami audiens, menemukan masalah mereka, menawarkan solusi, dan menyampaikan pesan dengan cara yang mudah dipahami.
Apa Itu Copywriting?
Copywriting adalah teknik menulis teks pemasaran yang bertujuan memengaruhi pembaca untuk melakukan tindakan tertentu.
Tindakan tersebut dapat berupa:
- Membeli produk.
- Menghubungi bisnis.
- Mengisi formulir.
- Mengunjungi website.
- Mengikuti akun.
- Mengunduh informasi.
- Mendaftar layanan.
Contoh penggunaan copywriting:
- Caption Instagram.
- Headline website.
- Iklan Facebook dan Instagram.
- Landing page.
- Email promosi.
- Brosur.
- Marketplace description.
- Script video.
- Penawaran bisnis.
Perbedaan copywriting dengan tulisan biasa adalah copywriting memiliki tujuan bisnis yang jelas.
Tulisan biasa:
Kami menjual sepatu olahraga berkualitas.
Copywriting:
Lari lebih nyaman setiap hari dengan sepatu ringan yang dirancang untuk mendukung langkah aktif kamu.
Kalimat kedua tidak hanya menjelaskan produk, tetapi menjual manfaat.
Mengapa Copywriting Penting untuk Bisnis?
Copywriting membantu bisnis menyampaikan pesan dengan lebih efektif di tengah persaingan digital yang semakin tinggi.
1. Menarik Perhatian Audiens
Pengguna internet melihat banyak konten setiap hari. Kalimat pembuka yang kuat dapat menentukan apakah seseorang berhenti membaca atau melewati konten.
Copywriting membantu membuat:
- Judul lebih menarik.
- Caption lebih relevan.
- Iklan lebih efektif.
- Landing page lebih meyakinkan.
2. Membangun Hubungan dengan Pelanggan
Pelanggan tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli solusi dan pengalaman.
Copywriting membantu bisnis berbicara dengan bahasa yang sesuai dengan kebutuhan audiens.
Contoh:
Bukan:
Kami menjual aplikasi bisnis.
Tetapi:
Kelola penjualan lebih rapi tanpa harus mencatat transaksi secara manual.
Fokus berpindah dari produk ke masalah pelanggan.
3. Meningkatkan Konversi Penjualan
Copywriting yang baik membantu pelanggan memahami:
- Apa yang ditawarkan.
- Mengapa produk tersebut dibutuhkan.
- Apa manfaatnya.
- Mengapa harus memilih bisnis tersebut.
- Apa langkah berikutnya.
Pesan yang jelas dapat mengurangi keraguan sebelum membeli.
Pahami Target Audiens Sebelum Menulis
Salah satu dasar cara membuat copywriting menarik adalah memahami siapa yang membaca pesan tersebut.
1. Buat Customer Persona
Sebelum menulis, tentukan:
- Siapa target pelanggan.
- Usia.
- Lokasi.
- Pekerjaan.
- Masalah.
- Kebutuhan.
- Keinginan.
- Hambatan membeli.
Contoh:
Produk:
Jasa digital marketing.
Target:
Pemilik UMKM yang ingin meningkatkan penjualan online tetapi belum memahami strategi pemasaran digital.
Copywriting yang sesuai:
Bingung kenapa bisnis sudah aktif di Instagram tetapi belum mendapatkan pelanggan? Kami membantu UMKM membangun strategi digital marketing yang lebih terarah.
2. Gunakan Bahasa Pelanggan
Hindari terlalu banyak menggunakan istilah internal bisnis.
Gunakan bahasa yang biasa digunakan pelanggan.
Contoh:
Bahasa bisnis:
Optimalisasi conversion rate melalui strategi marketing funnel.
Bahasa pelanggan:
Membantu lebih banyak pengunjung berubah menjadi pembeli.
Pesan yang mudah dipahami biasanya lebih efektif.
Tentukan Tujuan Copywriting
Setiap tulisan dalam strategi pemasaran harus memiliki tujuan yang jelas. Copywriting bukan hanya sekadar membuat kalimat yang menarik, tetapi bertujuan untuk mengarahkan audiens melakukan tindakan tertentu sesuai dengan tahap perjalanan pelanggan.
Dengan menentukan tujuan copywriting sejak awal, bisnis dapat membuat pesan yang lebih relevan, mengukur efektivitas konten, serta membangun hubungan yang lebih kuat dengan calon pelanggan.
Beberapa tujuan utama dalam copywriting antara lain:
1. Copywriting Awareness
Copywriting awareness bertujuan untuk memperkenalkan brand, produk, atau layanan kepada audiens yang belum mengenal bisnis Anda. Fokus utama pada tahap ini adalah membangun perhatian dan meningkatkan kesadaran bahwa bisnis Anda hadir sebagai solusi terhadap kebutuhan tertentu.
Konten awareness biasanya tidak langsung mendorong penjualan, tetapi lebih mengutamakan edukasi, informasi, dan pengenalan nilai brand.
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat copywriting awareness:
- Gunakan pembuka yang menarik agar audiens berhenti melihat konten Anda.
- Angkat masalah atau kebutuhan yang sering dialami target pelanggan.
- Berikan informasi yang bermanfaat dan mudah dipahami.
- Perkenalkan nilai atau keunikan brand secara natural.
- Fokus membangun rasa penasaran dan ketertarikan audiens.
Contoh penggunaan copywriting awareness:
- Artikel edukasi tentang solusi dari masalah pelanggan.
- Konten media sosial yang membahas tren atau tips terkait industri.
- Video informatif yang memperkenalkan produk atau layanan.
2. Copywriting Engagement
Copywriting engagement bertujuan untuk membangun interaksi dan hubungan yang lebih dekat dengan audiens. Pada tahap ini, audiens sudah mulai mengenal brand sehingga diperlukan komunikasi yang mampu menciptakan koneksi dan meningkatkan kepercayaan.
Konten engagement mendorong audiens untuk memberikan respons, berbagi pengalaman, atau berinteraksi dengan brand.
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat copywriting engagement:
- Gunakan bahasa yang lebih komunikatif dan dekat dengan audiens.
- Buat pertanyaan atau ajakan diskusi untuk meningkatkan interaksi.
- Ceritakan pengalaman, proses, atau nilai di balik brand.
- Gunakan storytelling agar pesan lebih mudah diterima.
- Bangun hubungan emosional sebelum menawarkan produk.
Contoh penggunaan copywriting engagement:
- Polling atau pertanyaan di media sosial.
- Cerita perjalanan bisnis dan proses pembuatan produk.
- Konten yang meminta pendapat atau pengalaman pelanggan.
- Studi kasus dan cerita keberhasilan pelanggan.
3. Copywriting Conversion
Copywriting conversion bertujuan untuk mendorong audiens melakukan tindakan yang menghasilkan nilai bisnis, seperti membeli produk, melakukan konsultasi, mendaftar layanan, atau menghubungi bisnis.
Pada tahap ini, audiens biasanya sudah memiliki ketertarikan sehingga copywriting harus fokus menjelaskan manfaat, membangun kepercayaan, dan memberikan alasan kuat untuk mengambil keputusan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat copywriting conversion:
- Jelaskan manfaat utama produk atau layanan secara jelas.
- Tampilkan keunggulan yang membedakan bisnis dari kompetitor.
- Gunakan bukti pendukung seperti testimoni, portofolio, atau hasil nyata.
- Berikan penawaran atau alasan yang membuat pelanggan segera bertindak.
- Gunakan call to action (CTA) yang spesifik dan mudah dilakukan.
Contoh penggunaan copywriting conversion:
- Landing page penjualan.
- Iklan digital dengan tujuan mendapatkan pembelian atau leads.
- Penawaran promo atau paket layanan.
- Pesan follow-up kepada calon pelanggan.
Dengan memahami perbedaan antara awareness, engagement, dan conversion, bisnis dapat membuat copywriting yang lebih strategis. Setiap konten memiliki fungsi masing-masing dalam membawa audiens dari tahap mengenal brand hingga akhirnya menjadi pelanggan.
Gunakan Formula Copywriting
Ada beberapa formula populer yang membantu membuat copywriting lebih terstruktur.
Formula AIDA
AIDA adalah salah satu formula marketing yang paling banyak digunakan untuk menyusun strategi komunikasi, iklan, konten, dan proses penjualan. Formula ini membantu bisnis memahami tahapan yang dilalui pelanggan sebelum melakukan pembelian.
AIDA merupakan singkatan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. Setiap tahap memiliki tujuan berbeda, mulai dari menarik perhatian calon pelanggan hingga mendorong mereka mengambil tindakan.
Dengan menerapkan formula AIDA, bisnis dapat membuat pesan pemasaran yang lebih terstruktur, relevan, dan mampu meningkatkan peluang konversi.
1. Attention
Attention adalah tahap awal untuk menarik perhatian target audiens. Pada tahap ini, bisnis harus membuat calon pelanggan berhenti sejenak dan tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk atau layanan yang ditawarkan.
Tujuan utama tahap Attention adalah menciptakan kesadaran bahwa brand Anda hadir dan memiliki solusi terhadap kebutuhan pelanggan.
Hal yang dapat dilakukan untuk membangun Attention:
- Membuat judul atau headline yang menarik perhatian.
- Menggunakan visual yang kuat dan mudah dikenali.
- Menampilkan masalah atau kebutuhan yang sedang dialami pelanggan.
- Membuat konten yang relevan dengan kondisi target pasar.
- Menggunakan pesan yang singkat, jelas, dan mudah dipahami.
Contohnya, sebuah bisnis skincare dapat menggunakan pesan seperti “Kulit kusam karena aktivitas harian? Temukan solusi perawatan yang praktis untuk kulit lebih sehat.”
2. Interest
Setelah berhasil menarik perhatian, tahap berikutnya adalah membangun ketertarikan pelanggan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.
Pada tahap Interest, bisnis perlu memberikan informasi yang membuat calon pelanggan ingin mengenal brand lebih jauh dan memahami manfaat yang diberikan.
Hal yang dapat dilakukan untuk membangun Interest:
- Menjelaskan manfaat produk atau layanan secara jelas.
- Memberikan edukasi terkait masalah yang dialami pelanggan.
- Menampilkan keunggulan dibandingkan kompetitor.
- Membagikan pengalaman pelanggan atau studi kasus.
- Membuat konten informatif yang memberikan nilai tambah.
Pada tahap ini, pelanggan mulai mempertimbangkan apakah produk atau layanan Anda sesuai dengan kebutuhan mereka.
3. Desire
Desire adalah tahap ketika pelanggan mulai memiliki keinginan untuk membeli produk atau menggunakan layanan yang ditawarkan.
Bisnis perlu membangun keyakinan bahwa produk tersebut dapat memberikan solusi dan memberikan manfaat yang sesuai dengan harapan pelanggan.
Hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Desire:
- Menampilkan manfaat nyata yang akan diperoleh pelanggan.
- Menggunakan testimoni atau ulasan positif dari pelanggan.
- Menjelaskan hasil atau perubahan yang dapat dicapai.
- Memberikan penawaran yang menarik dan relevan.
- Membangun kepercayaan melalui kualitas produk dan pelayanan.
Pada tahap ini, pelanggan tidak hanya mengetahui produk Anda, tetapi mulai merasa bahwa produk tersebut adalah pilihan yang tepat untuk mereka.
4. Action
Action adalah tahap terakhir ketika pelanggan mengambil tindakan sesuai dengan tujuan marketing, seperti melakukan pembelian, menghubungi bisnis, mendaftar layanan, atau mengisi formulir.
Agar pelanggan lebih mudah melakukan tindakan, bisnis perlu memberikan arahan yang jelas dan mengurangi hambatan dalam proses pembelian.
Hal yang dapat dilakukan untuk mendorong Action:
- Menggunakan Call To Action (CTA) yang jelas.
- Memberikan tombol atau akses pembelian yang mudah ditemukan.
- Menyediakan proses transaksi yang sederhana.
- Memberikan informasi kontak yang mudah diakses.
- Menawarkan promo atau batas waktu tertentu untuk meningkatkan keputusan pembelian.
Contoh CTA yang efektif:
- “Pesan sekarang dan dapatkan penawaran terbaik.”
- “Hubungi kami untuk konsultasi gratis.”
- “Daftar hari ini dan mulai gunakan layanan Anda.”
Dengan memahami formula AIDA, bisnis dapat menyusun strategi marketing yang lebih efektif karena setiap pesan dibuat berdasarkan tahapan psikologis pelanggan sebelum melakukan keputusan pembelian.
Formula PAS
Formula PAS adalah salah satu teknik copywriting yang banyak digunakan dalam strategi pemasaran untuk menarik perhatian audiens dan mendorong mereka mengambil tindakan. PAS merupakan singkatan dari Problem, Agitate, dan Solution.
Formula ini bekerja dengan cara mengidentifikasi masalah yang sedang dialami pelanggan, memperkuat kesadaran terhadap masalah tersebut, kemudian menawarkan solusi melalui produk atau layanan yang dimiliki.
Struktur PAS membantu bisnis membuat pesan pemasaran yang lebih relevan karena berfokus pada kebutuhan dan permasalahan pelanggan, bukan hanya menjelaskan fitur produk.
1. Problem
Problem adalah tahap awal dalam formula PAS, yaitu mengidentifikasi masalah utama yang sedang dialami oleh target pelanggan.
Pada tahap ini, brand perlu menunjukkan bahwa mereka memahami kondisi, kebutuhan, atau hambatan yang sedang dihadapi audiens. Pesan yang dibuat harus mampu membuat pelanggan merasa bahwa bisnis memahami masalah mereka.
Hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan problem:
- Kenali masalah utama yang sering dialami oleh target pelanggan.
- Gunakan bahasa yang sesuai dengan kondisi dan sudut pandang pelanggan.
- Fokus pada masalah yang memiliki dampak nyata terhadap kehidupan atau bisnis pelanggan.
- Hindari langsung menawarkan produk sebelum pelanggan merasa masalahnya dipahami.
- Gunakan data, pengalaman pelanggan, atau situasi umum sebagai pendukung.
Contoh:
“Kesulitan mendapatkan pelanggan baru karena website bisnis belum terlihat profesional?”
Kalimat tersebut langsung menyentuh masalah yang mungkin sedang dirasakan oleh target audiens.
2. Agitate
Agitate adalah tahap memperkuat rasa urgensi terhadap masalah yang sudah disebutkan sebelumnya. Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti pelanggan, tetapi membantu mereka memahami dampak jika masalah tersebut tidak segera diselesaikan.
Pada tahap ini, bisnis menggambarkan konsekuensi, kerugian, atau hambatan yang mungkin terjadi apabila pelanggan terus membiarkan masalah tersebut.
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat bagian agitate:
- Jelaskan dampak negatif dari masalah yang sedang terjadi.
- Tunjukkan risiko atau kesempatan yang bisa hilang.
- Gunakan pendekatan emosional agar pelanggan lebih memahami pentingnya solusi.
- Hindari klaim berlebihan yang tidak dapat dibuktikan.
- Tetap fokus pada membantu pelanggan menemukan solusi.
Contoh:
“Tanpa website yang profesional, calon pelanggan bisa lebih memilih kompetitor yang terlihat lebih terpercaya. Kesempatan mendapatkan penjualan baru pun dapat hilang karena bisnis sulit ditemukan dan kurang meyakinkan.”
3. Solution
Solution adalah tahap terakhir dalam formula PAS, yaitu memberikan solusi yang dapat membantu pelanggan mengatasi masalah mereka.
Pada bagian ini, bisnis memperkenalkan produk atau layanan sebagai jawaban atas kebutuhan pelanggan. Solusi harus dijelaskan berdasarkan manfaat yang diperoleh pelanggan, bukan hanya daftar fitur.
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat bagian solution:
- Jelaskan bagaimana produk atau layanan dapat menyelesaikan masalah pelanggan.
- Fokus pada manfaat dan hasil yang bisa diperoleh.
- Tampilkan keunggulan yang membedakan solusi Anda dari kompetitor.
- Berikan alasan mengapa pelanggan dapat mempercayai solusi tersebut.
- Tambahkan ajakan bertindak (call to action) yang jelas.
Contoh:
“Bangun website profesional yang membantu bisnis Anda tampil lebih terpercaya, mudah ditemukan pelanggan, dan meningkatkan peluang mendapatkan penjualan baru.”
Dengan menerapkan formula PAS, bisnis dapat membuat pesan pemasaran yang lebih kuat karena dimulai dari pemahaman terhadap masalah pelanggan, membangun urgensi, lalu memberikan solusi yang relevan.
Formula FAB
FAB:
Feature → Advantage → Benefit
Contoh:
Feature:
Website dengan desain profesional.
Advantage:
Tampilan lebih terpercaya dan mudah digunakan.
Benefit:
Membantu pelanggan lebih yakin sebelum melakukan pembelian.
Buat Headline yang Kuat
Headline adalah bagian pertama yang dilihat audiens.
Headline yang baik:
- Jelas.
- Spesifik.
- Relevan.
- Menawarkan manfaat.
- Membuat penasaran.
Contoh headline:
Kurang menarik:
Jasa Marketing Digital
Lebih menarik:
Tingkatkan Pelanggan Online dengan Strategi Digital Marketing yang Terukur
Contoh lainnya:
- 5 Kesalahan Marketing yang Membuat Bisnis Sulit Berkembang.
- Cara Sederhana Mendapatkan Pelanggan Baru dari Instagram.
- Rahasia Membuat Konten yang Lebih Banyak Disimpan Audiens.
Fokus pada Manfaat Produk
Salah satu kesalahan copywriting adalah terlalu fokus menjelaskan fitur.
Contoh:
Fitur:
Kamera 108 MP.
Manfaat:
Ambil foto lebih detail untuk mengabadikan momen penting.
Pelanggan lebih tertarik pada dampak yang mereka dapatkan.
Gunakan pertanyaan:
- Masalah apa yang diselesaikan?
- Apa perubahan setelah menggunakan produk?
- Mengapa pelanggan membutuhkan produk ini?
Gunakan Emotional Trigger
Keputusan pembelian pelanggan tidak selalu didasarkan pada logika atau kebutuhan semata. Dalam banyak kasus, emosi menjadi faktor penting yang memengaruhi seseorang ketika memilih sebuah produk atau layanan.
Emotional trigger adalah pemicu psikologis yang digunakan brand untuk membangun koneksi emosional dengan pelanggan. Ketika pelanggan merasa percaya, nyaman, aman, atau memiliki keterikatan dengan sebuah brand, kemungkinan mereka untuk melakukan pembelian dan menjadi pelanggan jangka panjang akan semakin besar.
Dalam strategi branding, beberapa pemicu emosi yang dapat digunakan antara lain:
1. Kepercayaan
Kepercayaan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan apakah pelanggan bersedia membeli sebuah produk atau menggunakan layanan tertentu. Brand yang mampu membangun rasa percaya akan lebih mudah mendapatkan pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan lama.
Cara membangun kepercayaan dalam branding:
- Tampilkan testimoni dan ulasan positif dari pelanggan.
- Gunakan informasi produk atau layanan yang transparan dan mudah dipahami.
- Tunjukkan pengalaman, portofolio, sertifikasi, atau bukti kredibilitas bisnis.
- Berikan pelayanan yang konsisten sesuai dengan janji brand.
- Bangun komunikasi yang jujur dan profesional.
Ketika pelanggan percaya terhadap sebuah brand, mereka akan merasa lebih yakin untuk mengambil keputusan pembelian.
2. Kemudahan
Pelanggan cenderung memilih brand yang mampu memberikan proses yang lebih praktis dan tidak menyulitkan. Kemudahan menciptakan pengalaman positif yang membuat pelanggan merasa bisnis memahami kebutuhan mereka.
Cara menciptakan rasa kemudahan:
- Buat proses pembelian atau pemesanan menjadi sederhana.
- Sediakan informasi produk yang lengkap dan mudah ditemukan.
- Gunakan sistem pembayaran dan komunikasi yang praktis.
- Berikan panduan atau bantuan ketika pelanggan membutuhkan.
- Kurangi hambatan yang dapat membuat pelanggan ragu untuk membeli.
Brand yang memberikan kemudahan akan lebih mudah dipilih karena pelanggan merasa mendapatkan solusi tanpa proses yang rumit.
3. Keamanan
Rasa aman membuat pelanggan lebih nyaman dalam melakukan transaksi dan menggunakan produk atau layanan. Faktor ini sangat penting terutama bagi bisnis yang menjual produk bernilai tinggi atau layanan profesional.
Cara membangun rasa keamanan:
- Berikan garansi atau jaminan layanan jika memungkinkan.
- Pastikan informasi transaksi dan kebijakan bisnis jelas.
- Tampilkan identitas bisnis yang profesional.
- Jelaskan proses kerja secara transparan.
- Berikan dukungan setelah pelanggan melakukan pembelian.
Ketika pelanggan merasa aman, mereka akan memiliki keyakinan lebih besar bahwa keputusan mereka adalah pilihan yang tepat.
4. Eksklusivitas
Perasaan eksklusif dapat membuat pelanggan merasa mendapatkan sesuatu yang istimewa dan berbeda dari orang lain. Emotional trigger ini sering digunakan untuk membangun nilai premium dan meningkatkan daya tarik sebuah brand.
Cara membangun kesan eksklusivitas:
- Buat produk atau layanan dengan karakter yang unik.
- Tawarkan fitur, manfaat, atau pengalaman khusus.
- Gunakan konsep limited edition atau akses khusus jika sesuai.
- Bangun komunitas atau pengalaman pelanggan yang berbeda.
- Tonjolkan nilai yang tidak mudah ditemukan pada kompetitor.
Eksklusivitas membuat pelanggan merasa memiliki hubungan khusus dengan brand, bukan sekadar melakukan transaksi.
5. Urgensi
Urgensi adalah pemicu emosi yang mendorong pelanggan untuk segera mengambil tindakan. Namun, penggunaannya harus dilakukan secara tepat agar tidak menimbulkan kesan memaksa.
Cara menggunakan urgensi dalam branding:
- Berikan batas waktu pada promo tertentu.
- Tampilkan ketersediaan produk atau kapasitas layanan secara transparan.
- Buat penawaran khusus dengan periode tertentu.
- Gunakan pesan yang membantu pelanggan memahami manfaat mengambil keputusan lebih cepat.
- Hindari menciptakan urgensi palsu yang dapat mengurangi kepercayaan.
Dengan menggunakan emotional trigger secara tepat, brand dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan. Pelanggan tidak hanya membeli karena membutuhkan produk, tetapi juga karena mereka merasa yakin, nyaman, dan memiliki keterikatan dengan brand tersebut.
Gunakan Storytelling
Storytelling adalah salah satu metode komunikasi yang efektif untuk membangun hubungan emosional antara brand dan pelanggan. Sebuah cerita yang kuat dapat membuat pesan bisnis lebih mudah dipahami, lebih menarik, dan lebih mudah diingat dibandingkan hanya menyampaikan informasi secara langsung.
Dalam branding, storytelling membantu pelanggan memahami latar belakang bisnis, alasan sebuah produk dibuat, serta nilai yang ingin diberikan kepada mereka. Cerita yang relevan juga dapat meningkatkan kepercayaan karena pelanggan merasa lebih dekat dengan perjalanan dan tujuan sebuah brand.
Struktur storytelling sederhana yang dapat digunakan dalam membangun pesan brand:
1. Kondisi Awal
Bagian ini menjelaskan situasi awal sebelum munculnya solusi atau perubahan. Tujuannya adalah membuat audiens merasa terhubung dengan cerita yang disampaikan.
Hal yang dapat dijelaskan dalam kondisi awal:
- Masalah atau kebutuhan yang sering dialami oleh pelanggan.
- Situasi yang menjadi alasan bisnis hadir untuk memberikan solusi.
- Latar belakang berdirinya bisnis atau munculnya sebuah produk.
- Kondisi pasar atau pengalaman yang menjadi inspirasi brand.
Contohnya, sebuah bisnis dapat menceritakan bagaimana banyak pelanggan mengalami kesulitan menemukan produk berkualitas dengan harga yang sesuai, sehingga bisnis tersebut hadir untuk memberikan pilihan yang lebih baik.
2. Tantangan
Bagian tantangan menggambarkan hambatan, masalah, atau proses yang harus dilewati sebelum mencapai solusi. Elemen ini membuat cerita terasa lebih nyata dan menunjukkan perjuangan di balik sebuah brand.
Hal yang dapat disampaikan dalam bagian tantangan:
- Kendala yang dialami pelanggan sebelum menemukan solusi.
- Tantangan yang dihadapi bisnis dalam menciptakan produk atau layanan.
- Proses pengembangan, riset, atau perbaikan yang dilakukan.
- Permasalahan yang ingin diselesaikan oleh brand.
Cerita mengenai tantangan membantu pelanggan memahami bahwa sebuah brand tidak muncul begitu saja, tetapi memiliki proses dan tujuan yang jelas.
3. Solusi
Bagian solusi menjelaskan bagaimana brand hadir untuk membantu menyelesaikan masalah pelanggan. Pada tahap ini, bisnis perlu menunjukkan nilai utama yang diberikan melalui produk atau layanan.
Hal yang dapat dijelaskan dalam bagian solusi:
- Cara produk atau layanan membantu pelanggan.
- Keunggulan yang membuat solusi berbeda dari kompetitor.
- Pendekatan atau metode yang digunakan dalam memberikan hasil terbaik.
- Manfaat utama yang akan diterima pelanggan.
Solusi harus disampaikan dengan fokus pada kebutuhan pelanggan, bukan hanya menjelaskan fitur produk.
4. Hasil
Bagian hasil menunjukkan perubahan atau manfaat yang diperoleh setelah pelanggan menggunakan produk atau layanan. Tahap ini memperkuat kepercayaan dan membantu calon pelanggan membayangkan pengalaman yang akan mereka dapatkan.
Hal yang dapat ditampilkan dalam bagian hasil:
- Dampak positif yang dirasakan pelanggan.
- Peningkatan kualitas, efisiensi, atau kenyamanan setelah menggunakan solusi.
- Testimoni atau pengalaman nyata pelanggan.
- Pencapaian yang berhasil diperoleh oleh brand.
Storytelling yang baik akan membuat brand tidak hanya dikenal karena produk yang dijual, tetapi juga karena cerita, nilai, dan pengalaman yang diberikan kepada pelanggan.
Buat Copywriting yang Singkat dan Jelas
Di era digital, perhatian audiens sangat terbatas.
Hindari:
- Kalimat terlalu panjang.
- Penjelasan berulang.
- Kata-kata rumit.
- Informasi tidak relevan.
Gunakan:
- Kalimat pendek.
- Paragraf kecil.
- Poin-poin.
- Bahasa sederhana.
Copywriting yang efektif bukan yang paling panjang, tetapi yang paling mudah dipahami.
Tambahkan Social Proof
Social proof meningkatkan kepercayaan terhadap pesan marketing.
Gunakan:
- Testimoni.
- Review.
- Studi kasus.
- Jumlah pelanggan.
- Portofolio.
- Rating.
Contoh:
Telah membantu 200+ bisnis meningkatkan kehadiran digital.
Pastikan data yang digunakan benar.
Buat Call To Action (CTA)
CTA mengarahkan audiens melakukan langkah berikutnya.
Contoh CTA:
1. Untuk bisnis jasa:
- Konsultasi gratis sekarang.
- Hubungi tim kami.
- Dapatkan penawaran.
2. Untuk produk:
- Belanja sekarang.
- Cek katalog.
- Pesan hari ini.
3. Untuk engagement:
- Bagikan pendapat kamu.
- Simpan tips ini.
- Follow untuk informasi berikutnya.
CTA harus jelas dan mudah dilakukan.
Sesuaikan Copywriting dengan Platform
Setiap platform digital memiliki karakteristik, perilaku pengguna, dan tujuan komunikasi yang berbeda. Copywriting yang efektif tidak dapat dibuat dengan satu format yang sama untuk semua media, karena setiap platform membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan cara audiens mencari informasi dan mengambil keputusan.
Penyesuaian copywriting berdasarkan platform membantu bisnis menyampaikan pesan yang lebih relevan, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, serta mendorong tindakan yang diinginkan seperti mengikuti akun, menghubungi bisnis, melakukan pembelian, atau menggunakan layanan.
1. Copywriting Instagram
Instagram merupakan platform yang mengutamakan visual, interaksi, dan membangun hubungan dengan audiens. Copywriting di Instagram harus mampu menarik perhatian sejak awal karena pengguna biasanya melihat banyak konten dalam waktu singkat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat copywriting Instagram:
- Buat kalimat pembuka yang menarik perhatian agar pengguna berhenti melihat konten.
- Gunakan gaya bahasa yang sesuai dengan karakter target audiens.
- Fokus pada cerita, manfaat, dan pengalaman pelanggan daripada hanya menjelaskan produk.
- Gunakan caption yang mendorong interaksi seperti komentar, menyimpan, atau membagikan konten.
- Tambahkan call to action yang jelas sesuai tujuan konten.
- Gunakan hashtag yang relevan untuk membantu meningkatkan jangkauan.
Copywriting Instagram yang baik tidak hanya bertujuan menjual, tetapi juga membangun hubungan dan kepercayaan dengan audiens melalui konten yang informatif, inspiratif, atau menghibur.
2. Copywriting Website
Website berfungsi sebagai pusat informasi dan representasi profesional sebuah bisnis. Copywriting website harus mampu menjelaskan nilai bisnis secara jelas sekaligus meyakinkan pengunjung untuk mengambil tindakan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat copywriting website:
- Gunakan headline yang langsung menjelaskan manfaat utama produk atau layanan.
- Jelaskan masalah pelanggan dan bagaimana bisnis memberikan solusi.
- Tampilkan keunggulan bisnis secara spesifik dan mudah dipahami.
- Gunakan struktur informasi yang rapi agar pengunjung mudah menemukan informasi penting.
- Tambahkan bukti pendukung seperti testimoni, portofolio, studi kasus, atau keunggulan layanan.
- Buat call to action yang jelas seperti menghubungi bisnis, melakukan pembelian, atau meminta konsultasi.
Copywriting website harus menggabungkan unsur informasi, persuasi, dan kepercayaan agar pengunjung tidak hanya memahami bisnis, tetapi juga yakin untuk melakukan tindakan.
3. Copywriting Marketplace
Marketplace memiliki karakter berbeda karena pengguna biasanya sudah memiliki niat membeli dan sedang membandingkan berbagai produk dari banyak penjual.
Copywriting marketplace harus fokus pada informasi produk yang jelas, manfaat yang kuat, serta alasan pelanggan memilih produk tersebut.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat copywriting marketplace:
- Buat judul produk yang mengandung kata kunci pencarian pelanggan.
- Jelaskan manfaat produk, bukan hanya daftar fitur.
- Gunakan deskripsi yang menjawab pertanyaan calon pembeli.
- Tampilkan keunggulan seperti kualitas bahan, ukuran, garansi, atau kelebihan layanan.
- Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan langsung menuju kebutuhan pembeli.
- Tambahkan informasi yang dapat meningkatkan kepercayaan seperti ulasan, jumlah penjualan, atau detail proses pengiriman.
Copywriting marketplace yang efektif membantu produk lebih mudah ditemukan sekaligus meningkatkan kemungkinan pelanggan melakukan pembelian.
4. Copywriting Iklan
Copywriting iklan memiliki tujuan utama untuk menarik perhatian dan mendorong tindakan dalam waktu singkat. Karena ruang dan waktu komunikasi biasanya terbatas, pesan harus dibuat lebih fokus dan persuasif.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat copywriting iklan:
- Buat headline yang kuat agar audiens tertarik sejak awal.
- Fokus pada masalah pelanggan dan solusi yang ditawarkan.
- Gunakan manfaat utama sebagai daya tarik utama iklan.
- Hindari pesan yang terlalu umum dan gunakan penawaran yang jelas.
- Sesuaikan bahasa dengan target audiens dan tujuan kampanye.
- Sertakan call to action yang spesifik seperti beli sekarang, daftar, konsultasi, atau klaim promo.
Copywriting iklan yang baik mampu menyampaikan nilai bisnis dengan cepat, membangun rasa tertarik, dan mengarahkan audiens untuk melakukan tindakan yang diharapkan.
Dengan menyesuaikan copywriting berdasarkan karakter setiap platform, bisnis dapat menyampaikan pesan yang lebih efektif, meningkatkan engagement, dan memperoleh hasil pemasaran yang lebih optimal.
Kesalahan Copywriting yang Sering Dilakukan
Copywriting yang efektif bukan hanya tentang membuat kalimat yang terdengar menarik, tetapi bagaimana sebuah pesan mampu menarik perhatian, membangun kepercayaan, dan mendorong audiens melakukan tindakan tertentu.
Banyak bisnis melakukan kesalahan dalam membuat copywriting karena terlalu berfokus pada penjualan tanpa memahami kebutuhan pelanggan. Akibatnya, pesan yang disampaikan kurang relevan, sulit membangun koneksi, dan tidak menghasilkan respons yang diharapkan.
Berikut beberapa kesalahan copywriting yang sering dilakukan:
1. Terlalu Fokus pada Produk
Salah satu kesalahan terbesar dalam copywriting adalah hanya menjelaskan fitur produk tanpa membahas manfaat yang benar-benar dirasakan pelanggan.
Pelanggan biasanya tidak hanya membeli sebuah produk, tetapi membeli solusi atas masalah atau kebutuhan mereka. Copywriting yang terlalu berfokus pada produk sering membuat pesan terasa seperti iklan biasa dan kurang menarik perhatian.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Jangan hanya menjelaskan spesifikasi produk, tetapi jelaskan manfaatnya bagi pelanggan.
- Fokus pada masalah yang ingin diselesaikan oleh produk atau layanan.
- Gunakan sudut pandang pelanggan, bukan hanya sudut pandang bisnis.
- Tampilkan bagaimana produk dapat memberikan perubahan atau solusi nyata.
Contohnya, dibandingkan mengatakan “Website menggunakan teknologi terbaru”, lebih efektif menjelaskan “Website membantu bisnis tampil lebih profesional dan memudahkan pelanggan melakukan pemesanan.”
2. Menggunakan Bahasa Terlalu Formal
Bahasa yang terlalu kaku dan formal dapat membuat komunikasi brand terasa jauh dari pelanggan. Meskipun profesionalitas tetap penting, copywriting perlu disesuaikan dengan karakter audiens agar pesan terasa lebih natural.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh target pelanggan.
- Hindari penggunaan istilah teknis yang tidak diperlukan.
- Sesuaikan gaya bahasa dengan karakter brand.
- Buat tulisan terasa seperti percakapan, bukan sekadar pengumuman.
Brand yang mampu berkomunikasi dengan bahasa yang tepat akan lebih mudah membangun hubungan dan kepercayaan dengan audiens.
3. Tidak Memahami Audiens
Copywriting yang tidak berdasarkan pemahaman audiens biasanya menghasilkan pesan yang kurang relevan. Bisnis perlu mengetahui siapa target pelanggan, apa masalah mereka, dan alasan mereka mengambil keputusan pembelian.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Kenali karakteristik target pelanggan.
- Pahami kebutuhan, keinginan, dan hambatan yang mereka alami.
- Gunakan bahasa dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi audiens.
- Buat pesan berdasarkan sudut pandang pelanggan.
Semakin baik bisnis memahami audiens, semakin mudah membuat copywriting yang mampu menarik perhatian dan menghasilkan respons positif.
4. Tidak Memiliki CTA (Call to Action)
CTA adalah ajakan yang mengarahkan audiens untuk melakukan tindakan tertentu setelah membaca sebuah pesan. Tanpa CTA yang jelas, pelanggan mungkin tertarik tetapi tidak mengetahui langkah berikutnya.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Gunakan CTA yang spesifik dan mudah dilakukan.
- Sesuaikan CTA dengan tujuan komunikasi, seperti membeli, menghubungi, mendaftar, atau membaca informasi lebih lanjut.
- Hindari CTA yang terlalu umum dan tidak memberikan arahan.
- Letakkan CTA pada posisi yang mudah terlihat.
Contoh CTA yang efektif:
- Hubungi kami untuk konsultasi gratis.
- Pesan sekarang dan dapatkan penawaran terbaik.
- Cek katalog produk hari ini.
5. Membuat Klaim Berlebihan
Klaim yang terlalu berlebihan dapat mengurangi kepercayaan pelanggan. Pernyataan seperti “nomor satu”, “paling murah”, atau “pasti berhasil” tanpa bukti pendukung dapat membuat audiens meragukan kredibilitas brand.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Gunakan klaim yang realistis dan dapat dibuktikan.
- Sertakan data, testimoni, atau bukti pendukung jika diperlukan.
- Hindari janji yang sulit dipenuhi.
- Fokus pada nilai nyata yang diberikan kepada pelanggan.
Copywriting yang terpercaya akan lebih efektif dalam membangun hubungan jangka panjang dibandingkan pesan yang hanya mengejar perhatian sesaat.
6. Tidak Melakukan Testing
Banyak bisnis membuat copywriting hanya berdasarkan asumsi tanpa melakukan pengujian. Padahal, efektivitas sebuah pesan dapat berbeda tergantung pada audiens, platform, dan tujuan pemasaran.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Uji beberapa versi headline, CTA, dan gaya bahasa.
- Analisis hasil berdasarkan tingkat interaksi, konversi, atau respons pelanggan.
- Gunakan data untuk menentukan strategi copywriting berikutnya.
- Lakukan evaluasi secara berkala agar pesan semakin efektif.
Dengan melakukan testing, bisnis dapat memahami jenis pesan yang paling sesuai dengan audiens dan meningkatkan hasil dari aktivitas pemasaran.
Cara Latihan Membuat Copywriting
1. Analisis Iklan yang Berhasil
Perhatikan:
- Judul.
- Pemilihan kata.
- Struktur.
- CTA.
2. Tulis Banyak Versi
Jangan hanya membuat satu versi.
Contoh:
Buat 5 headline berbeda untuk produk yang sama.
3. Dengarkan Bahasa Pelanggan
Ambil inspirasi dari:
- Review.
- Komentar.
- Chat pelanggan.
- Pertanyaan umum.
Bahasa pelanggan sering menjadi copywriting terbaik.
4. Evaluasi Berdasarkan Data
Lihat:
- Klik.
- Engagement.
- Leads.
- Penjualan.
Buat Copywriting yang Menjual Bersama Shanum Agency
Cara membuat copywriting menarik membutuhkan pemahaman terhadap pelanggan, strategi komunikasi, kreativitas, dan kemampuan menyampaikan manfaat produk dengan jelas. Copywriting yang baik dapat membantu bisnis menarik perhatian, membangun kepercayaan, meningkatkan engagement, dan mendorong pelanggan melakukan tindakan.
Shanum Agency membantu bisnis mengembangkan strategi digital marketing melalui content marketing, copywriting, social media management, branding, influencer marketing, dan campaign digital agar pesan brand lebih kuat dan efektif. Dengan copywriting yang tepat, bisnis dapat berkomunikasi lebih baik dengan pelanggan dan meningkatkan peluang pertumbuhan.
Ingin produk Anda lebih dikenal luas dan meningkatkan penjualan melalui strategi promosi online yang profesional dan terukur?
Tim ahli kami siap membantu mulai dari perencanaan strategi, eksekusi campaign, hingga laporan performa lengkap.
- Jl. Cigadung Raya Tengah No.52 R6, RT.2, Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung
- info@shanumagency.com
- WhatsApp: 0895-1798-2882
- Kunjungi Artikel lainnya : Tips Membuat Konten Promosi





